Disbudpar Bersama DPRD Jatim Promosikan Wisata Bojonegoro

Disbudpar Bersama DPRD Jatim Promosikan Wisata Bojonegoro

Zurumedia – Bojonegoro, sebuah kabupaten di Jawa Timur yang kaya akan potensi alam dan budaya, kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah provinsi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menjalin sinergi erat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur untuk merumuskan strategi promosi pariwisata yang lebih gencar dan terstruktur. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengangkat Bojonegoro dari destinasi regional menjadi destinasi unggulan di tingkat provinsi, bahkan nasional.

1. Sinergi Anggaran Dan Kebijakan Promosi

Keterlibatan DPRD Jawa Timur dalam promosi wisata Bojonegoro sangat krusial, terutama dari aspek kebijakan dan penganggaran. DPRD memastikan bahwa program-program promosi yang disusun oleh Disbudpar mendapatkan dukungan dana yang memadai dan berkelanjutan. Fokus utama sinergi ini adalah mengidentifikasi dan membenahi hambatan struktural yang selama ini menghambat perkembangan pariwisata Bojonegoro, seperti aksesibilitas dan infrastruktur pendukung.

Promosi yang direncanakan tidak hanya terbatas pada branding di media konvensional, tetapi juga melalui kampanye digital yang menargetkan wisatawan muda. Selain itu, kolaborasi ini mendorong pengembangan paket-paket wisata tematik, misalnya wisata edukasi migas dan wisata alam Bengawan Solo, untuk memberikan nilai tambah yang unik bagi pengunjung.

2. Mengangkat Potensi Lokal: Alam Dan Budaya Bojonegoro

Bojonegoro memiliki kekayaan wisata yang beragam. Di sektor alam, kawasan seperti Waduk Pacal, Air Terjun Kedungjambangan, serta potensi wisata alam sekitar aliran Sungai Bengawan Solo menjadi andalan. Sementara itu, di sektor budaya, Bojonegoro terkenal dengan tradisi dan kesenian lokalnya yang unik, yang menjadikannya daya tarik experiential tourism (wisata pengalaman).

Disbudpar dan DPRD Jatim sepakat untuk memprioritaskan pengembangan sarana dan prasarana di lokasi-lokasi unggulan tersebut. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan melibatkan komunitas lokal secara aktif, memastikan bahwa pariwisata tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi tetapi juga melestarikan kearifan lokal. Dengan demikian, promosi yang dilakukan bukan sekadar mengundang turis, melainkan menawarkan pengalaman budaya yang mendalam.

3. Harapan Peningkatan Kunjungan Dan Dampak Ekonomi

Promosi yang terintegrasi ini diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan secara signifikan dalam dua tahun ke depan. Peningkatan jumlah wisatawan tentu akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal. Sektor seperti hotel, restoran, transportasi, dan UMKM di Bojonegoro diproyeksikan akan mengalami kenaikan omzet.

Kolaborasi Disbudpar dan DPRD Jatim ini menjadi model sukses bagaimana pemerintah daerah dan legislatif dapat bekerja sama secara efektif untuk memajukan potensi daerah. Dengan dukungan penuh dari tingkat provinsi, Bojonegoro kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu prime destination di Jawa Timur.