ZuruMedia.Com – Wakil Ketua MPR RI menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan bahasa dan literasi sebagai fondasi utama dalam membangun daya saing bangsa. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kualitas sumber daya manusia tidak lagi hanya tentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara efektif.
Menurut Waka MPR, kemampuan literasi yang kuat akan menentukan posisi Indonesia dalam percaturan global. Literasi tidak hanya maknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman kritis, kecakapan berbahasa, serta kemampuan bernalar. Tanpa literasi yang memadai, generasi muda akan kesulitan bersaing dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Waka MPR menilai bahwa tantangan era digital menuntut masyarakat untuk lebih cakap dalam menyaring informasi. Arus informasi yang cepat dan masif berpotensi menimbulkan sinformasi jika tidak barengi kemampuan literasi yang baik. Oleh karena itu, penguatan literasi bahasa menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap dalam sistem pendidikan.
Ia juga menekankan bahwa bahasa merupakan alat utama untuk membangun peradaban. Penguasaan bahasa yang baik akan memperkuat identitas nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional. Dengan bahasa dan literasi yang kuat, bangsa Indonesia dapat tampil percaya diri di tingkat global.
Peningkatan Literasi sebagai Kunci Daya Saing Global
Waka MPR menjelaskan bahwa negara maju umumnya memiliki tingkat literasi yang tinggi. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas, inovasi, dan kualitas demokrasi. Oleh sebab itu, Indonesia harus menjadikan peningkatan literasi bahasa sebagai agenda strategis nasional.
Pendidikan menjadi sektor kunci dalam upaya ini. Kurikulum perlu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berargumentasi dengan baik, dan mampu mengekspresikan gagasan secara jelas. Waka MPR mendorong agar pembelajaran bahasa tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada praktik komunikasi yang relevan dengan kehidupan nyata.
Selain pendidikan formal, peran keluarga dan masyarakat juga nilai penting. Budaya membaca, berdiskusi, dan menulis harus tumbuhkan sejak dini. Dengan lingkungan yang mendukung literasi, kemampuan bahasa akan berkembang secara alami dan berkelanjutan.
Waka MPR juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai nilai tambah. Namun, ia menegaskan bahwa penguatan bahasa Indonesia tetap menjadi prioritas utama sebagai perekat bangsa dan sarana pengembangan ilmu pengetahuan.
Sinergi Pendidikan dan Masyarakat Tingkatkan Literasi
Untuk mencapai hasil maksimal, Waka MPR mendorong sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Program literasi harus rancang secara inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah terpencil. Pemanfaatan teknologi digital juga perlu optimalkan untuk memperluas akses terhadap sumber bacaan berkualitas.
Waka MPR menilai bahwa peningkatan kemampuan bahasa dan literasi akan berdampak luas, mulai dari peningkatan kualitas tenaga kerja hingga penguatan karakter bangsa. Masyarakat yang literat cenderung lebih kritis, produktif, dan mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.
Lebih jauh, daya saing bangsa tidak hanya ukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kualitas pemikiran dan komunikasi warganya. Dengan literasi yang kuat, Indonesia dapat melahirkan generasi yang inovatif, berdaya saing tinggi, dan berkontribusi positif bagi dunia.
Dorongan Waka MPR ini menjadi pengingat bahwa investasi pada literasi bahasa adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan komitmen bersama dan langkah nyata, peningkatan literasi dapat menjadi pilar utama dalam membangun Indonesia yang maju, cerdas, dan kompetitif di tingkat global.
